Perbekel Desa Negari

I Gusti Agung Ngurah Agung

KANKER SERVIKS

  • Dibaca: 65 Pengunjung
KANKER SERVIKS

Kanker Serviks: Penyebab Kanker Serviks, Gejala Kanker Serviks, Ciri-Ciri, Pencegahan dan Pengobatan yang Perlu Diketahui

 

21
Shares
FacebookTwitterLinkedInLineWhatsAppEmail

Salah satu penyakit yang menjadi momok bagi kaum wanita adalah kanker serviks. Dengan segala macam risiko bila sudah terjangkit, penyakit yang satu ini, benar-benar menjadi pembunuh wanita nomor wahid di tanah air hingga perlu diwaspadai. Terlebih, seringkali, gejala baru muncul ketika telah memasuki fase stadium akhir.

Sejauh ini pap smear masih menjadi metode cek kanker serviks paling mudah dilakukan dan akurat sehingga perlu untuk dilakukan secara berkala. Ini penting, agar bisa diketahui dan dilakukan pencegahan sesaat ketika sel masih berada pada fase pra-kanker dan belum berkembang menjadi kanker serviks itu sendiri.

Baca Juga: Pilihan Asuransi yang Wajib Dimiliki Wanita Modern

Jika Muncul Gejala-Gejala Ini, Anda Perlu Waspada

Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur Juga Merupakan Ciri-Ciri dari Kanker Serviks
Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur Juga Merupakan Ciri-Ciri dari Kanker Serviks

Secara umum, gejala kanker serviks yang paling sering ditemui adalah pendarahan abnormal. Pendarahan ini paling banyak muncul sehabis berhubungan badan. Nyeri dan perdarahan ini kadang terjadi bukan pada masa menstruasi, dan juga pada saat seorang wanita telah memasuki masa monopause. Dan bukan hanya itu saja, beberapa gejala yang juga mungkin muncul antara lain;

  • Terasa sakit. Rasa sakit ini kerap muncul sehabis berhubungan badan
  • Siklus menstruasi yang berubah meski tapa diketahui penyebab secara jelas. Biasanya menstruasi terjadi selama lebih dari 1 minggu, atau bahkan 3 bulan, dengan volume pendarahan yang sangat banyak di luar siklus menstruasi normal.
  • Keluar cairan dari vagina dengan tanda-tanda antara lain, cairan berbau, mengandung darah, serta berwarna, mulai dari kepucatan, merah muda hingga kecoklatan.

Hal yang paling baik dilakukan bila menemui kondisi demikian adalah segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang akurat. Gejala-gejala seperti di atas, sangat banyak terjadi dalam fase awal bagi seseorang yang terkena kanker serviks. Di luar itu, masih ada juga tanda lain yang biasanya tampak ketika telah memasuki stadium akhir, antara lain:

  • Berat badan turun dengan cepat dan drastis
  • Rasa nyeri di bagian tulang
  • Selera makan menurun atau hilang sama sekali
  • Nyeri pada perut, serta panggul terasa sakit
  • Salah satu kaki terjadi pembengkakan
  • Penyumbatan pada ginjal atau ureter, menghambat buang air kecil
  • Terjadi perubahan pada kebiasaan saat buang air kecil atau besar
  • Ada darah dalam urine, biasa dikenal dengan istilah hematuria
  • Pinggang, serta punggung terasa nyeri, ini karena adanya nyeri ginjal atau dikenal dengan istilah hidronefrosis.

Setiap gejala di atas perlu segera ditangani dokter, untuk memastikan penyebabnya. Jangan sampai kondisi berlanjut sampai terjadi pendarahan dan baru berkonsultasi.

Penyebab, Pengertian Status Prakanker, dan Pencegahan Faktor yang Meningkatkan Risiko

HPV
HPV

Penelitian telah menemukan bahwa 99,7% kanker serviks yang terjadi disebabkan oleh HPV. Virus ini adalah satu golongan virus, yang sebenarnya terdapat lebih dari 100 jenis HPV yang berisiko bagi wanita. Beberapa diantaranya merupakan jenis yang menyebabkan kanker serviks  terjadi.

Terbesar, umumnya persebaran dapat melalui hubungan seksual, dimana terjadi kontak langsung dengan membran mukosa, kontak langsung antara kulit kelamin, juga pertukaran cairan tubuh, termasuk melalui oral seks. Diperkirakan 33 persen wanita rentan terinfeksi HPV. Namun demikian, variasi HPV yang sangat banyak juga berpeluang tidak menyebabkan infeksi kanker, dan bisa hilang tanpa penanganan medis.

Jenis yang paling mungkin jadi penyebab kanker serviks adalah HPV 16 dan juga HPV 18. Bahkan hingga 70 persen wanita yang terkena kanker serviks disebabkan oleh jenis virus ini. Sementara jenis lain berpotensi jadi penyebab kutil pada kelamin di luar kanker serviks.

Mengenal Lebih Jauh Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN/Sel Prakanker)

Mengenal Sel Pra-Kanker
Mengenal Sel Pra-Kanker

Kanker serviks diawali dengan kondisi pra-kanker (stadium awal). Butuh setidaknya 10-20 tahun hingga kanker serviks tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker, sampai akhirnya berubah jadi sel kanker. Fase ini disebut sebagai Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN). Saat masih dalam kondisi sel prankanker, terdapat tiga fase, masing-masing digolongkan berdasarkan tingkat keparahannya yaitu:

  • CIN I – Saat kondisi ini terjadi, ada perubahan pada sel-sel leher rahim, biasanya belum terlalu signifikan dan masih sedikit. Penanganan dan pemantuan, dalam bentuk pap smear penting untuk dijalankan secara berkala. Umumnya bisa kembali normal, tanpa penanganan medis.
  • CIN II – Ketika memasuki fase ini, dokter akan melakukan penanganan dengan mengangkat sel-sel abnormal.
  • CIN II – Perubahan sel sudah sangat abnormal, meski belum bersifat kanker. Dokter juga akan melakukan penanganan dengan pengangkatan.

Tiap fase CIN memerlukan satu pemantauan dan penanganan yang seksama oleh dokter. Meski risiko perubahannya menjadi sel kanker sangatlah kecil, akan tetapi pap smear haruslah tetap dijalankan sebagai langkah pencegahan yang terbaik.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik!  

Faktor Risiko Kanker Terjadinya Kanker Serviks

kanker serviks
Terjadinya Kanker Serviks

Sangat penting untuk mengetahui penyebab dan pengertian dari kanker serviks, karena jenis kanker ini dapat menyebar ke organ-organ penting seperti, kandung kemih, rektum, tulang, hingga ke hati dan paru-paru. Adapula faktor-faktor dimana potensi penyebaran kanker serviks juga bisa semakin meningkat;

  • Kebiasaan Merokok

Seorang wanita yang adalah perokok aktif, punya risiko terkena kanker serviks dua kali lipat. Kemungkinan penyebab terbesarnya adalah kandungan kimia dari tembakau yang muncul di bagian leher rahim.

  • Hubungan Seks di Usia Terlalu Muda

Sangat rentan bagi mereka yang melakukan hubungan seks di usia terlalu muda. Sebab risiko penyebaran HPV sangat tinggi.

  • Melahirkan Terlalu Banyak Anak

Penelitian menyebutkan, wanita yang pernah melahirkan anak setidaknya hingga kelahiran ketiga, punay risiko 3x lebih tinggi dibandingkan mereka yang sama sekali tidak punya anak. Penyebab terbesar diperkirakan, hormon pada wanita hamil membuat leher rahim rentan terserang virus HPV.

  • Gonta-ganti Pasangan Seksual

Hubungan seks ditengarai jadi salah satu faktor penyebaran virus HPV. Bergonta-ganti pasangan seksual meningkatkan risiko penyebaran virus HPV.

  • Konsumsi PIL KB Lebih dari 5 Tahun

Konsumsi PIL KB dalam waktu lama, setidaknya 5 tahun memberikan risiko 2 kali lipat terkena kanker serviks. Tidak ada alasan medis yang jelas mengapa hal yang demikian bisa terjadi.

  • Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Beberapa obat tertentu seperti misalnya imunosupresan ditengarai melemahkan kekebalan tubuh sehingga rentan teserang HPV. Obat ini, digunakan untuk mereka yang mengidap HIV/AIDS juga dikonsumsi oleh orang yang mendapatkan donor organ, fungsinya agar tubuh tidak menolak.

Dengan mengenali faktor risiko tersebut di atas, maka hal-hal yang meningkatkan risiko terinfeksi dapat dihindari.

Pengobatan, dan Tindakan Lanjutan Pasca Pengobatan Kanker Serviks

Biasanya, pengobatan pasien kanker serviks ditangani oleh tim dokter dari berbagai spesialisasi. Alasannya karena berbagai faktor yang sangat beragam, antar lain; jenis kanker, stadium, usia, keinginan pasien untuk punya anak, serta kondisi medis lain yang jadi pertimbangan.

Faktor kesuksesan kesembuhan kanker serviks tergantung dari sedini apa kanker tersebut dapat didiagnosa, semakin awal semakin besar peluang untuk bisa sembuh total. Pengobatan terbagi menjadi dua, tergantung dari stadiumnya.

Bila masih stadium awal kemungkinan metode yang digunakan adalah operasi pengangkatan sebagian atau keseluruhan organ rahim, juga radioterapi atau kombinasi antara keduanya. Sementara untuk kanker serviks stadium akhir, radioterapi/kemoterapi, hingga operasi biasanya dipilih sebagai langkah pengobatan terbaik.

Jenis Operasi Pengangkatan Kanker Serviks

Operasi Pengangkatan Kanker Serviks
Operasi Pengangkatan Kanker Serviks

Terbagi menjadi tiga metode utama. Operasi pengangkatan biasanya disarankan oleh tim dokter dengan keputusan utama ada di tangan pasien.

  • Pelvic Exenteration

Ini adalah jenis operasi besar yang biasanya dilakukan kembali oleh dokter bila kanker sudah pernah diobati dan sempat sembuh. Secara prosedural, tindakan ini dilakukan jika kanker kembali ke daerah panggul tetapi belum menyebar ke wilayah lain. Prosesnya dilakukan dalam dua tahapan, pertama kanker akan diangkat bersamaan dengan kandung kemih, rektum, vagina dan bagian bawah usus. Tahap kedua, stoma akan dibuat di perut untuk mengeluarkan kotoran dan tubuh.

Setelah operasi, vagina akan direkonstruksi ulang memakai kulit dan jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Sehingga pasien akan tetap bisa melakukan hubungan seks, beberapa bulan pasca operasi.

  • Histerektomi 

Ini adalah jenis operasi yang melibatkan pengangkatan leher rahim wanita. Biasa dilakukan bagi pasien dengan diagnose kanker serviks stadium awal. Terdapat dua jenis operasi histerektomi. Jenis yang pertama adalah dimana leher rahim dan rahim akan diangkat, untuk beberapa kasus, ovarium dan tuba falopi juga akan turut diangkat, disebut sebagai histerektomi sederhana.

Sementara untuk jenis yang kedua, melibatkan pengangkatan keseluruhan bagian antara lain; leher rahim, rahim, jaringan di sekitarnya, nodus limfa, ovarium dan tuba falopi. Ini disebut sebagai histerektomi radikal.

  • Radical Trachelectomy

Operasi ini biasa dijalankan untuk wanita yang terkena kanker serviks stadium awal dan masih ingin memiliki anak. Bertujuan untuk mengangkat leher rahim, dan bagian atas dari vagina tanpa mengangkat rahim. Ada masa tunggu hingga enam bulan sampai satu tahun, hingga pasien bisa memutuskan untuk hamil pasca operasi.

Baca Juga: Gejala Asam Urat, Penyebab Penyakit Asam Urat, Pengobatan dan Pencegahan yang Harus Dilakukan

Pencegahan Lebih Baik daripada Pengobatan

Operasi biasanya disarankan pada pasien kanker serviks berdasar dari saran dan keputusan tim dokter. Selanjutnya akan dilakukan tindakan pasca pengobatan, dalam bentuk perawatan setiap empat bulan sekali, untuk dua tahun pertama setelah pengobatan selesai. Selanjutnya diperpanjang menjadi enam bulan hingga 1 tahun sekali, untuk tiga tahun setelahnya.

  • Dibaca: 65 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya